Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga

 Setiap keluarga pasti sudah mulai merencanakan keuangannya sejak dini. Ini berlaku untuk pengantin baru dan pasangan yang telah menikah selama lebih dari 20 tahun. Membuat strategi yang baik dapat membantu mengalokasikan uang tunai dengan bijak berdasarkan tingkat kebutuhan.

Perencanaan keuangan keluarga tidak harus sulit. Anda mungkin memiliki strategi yang matang dan rapi, tetapi rencana sederhana juga bisa berhasil.

7 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga

Berikut adalah tujuh konsep dasar yang perlu diingat saat membuat rencana keluarga:

1. Habiskan lebih sedikit dari yang Anda hasilkan.

Ini adalah aturan pertama dan paling penting untuk diikuti. Sederhana, tapi sering dilanggar. Jangan pernah membelanjakan lebih dari yang Anda hasilkan. Melanggar ini menyebabkan masalah keuangan besar di seluruh keluarga. Ini adalah saat Anda membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak Anda miliki.


Kehancuran finansial terjadi ketika Anda mulai membelanjakan lebih dari yang Anda hasilkan dan membeli lebih dari yang Anda mampu. Anda akan mulai menggali lubang yang semakin dalam untuk diri Anda sendiri. Dan keluar dari lubang jauh lebih sulit daripada menghindarinya pada kesempatan pertama.

Jadi, belanjakan dengan bijak dan jangan melebihi penghasilan Anda. Anda akan memiliki kehidupan yang lebih baik, baik di rumah maupun di tempat kerja.

2. Jauhi hutang

Sejujurnya, hutang sangat menarik. Apa yang tidak mampu Anda beli saat ini dapat dibeli secara kredit hari ini. Namun perlu diingat bahwa utang akan membuat Anda tidak bahagia, apalagi jika Anda tidak mampu melunasinya.

Jadi, apakah layak untuk hidup bebas utang? Tentu saja, itu bisa dibayangkan. Anda tidak perlu berhutang jika Anda mengikuti prinsip pertama membelanjakan lebih sedikit daripada yang Anda hasilkan. Jika Anda tidak punya uang, tahan dorongan untuk membeli sesuatu.

Anda akan belajar disiplin dengan hanya memiliki sesuatu ketika Anda sudah memiliki potensi untuk melakukannya. Jika Anda benar-benar menginginkan sesuatu, Anda harus menabung secara teratur sampai Anda dapat membelinya tanpa harus berutang.

3. Hiduplah dengan sederhana

Apakah itu cara hidup Anda? Apakah mungkin untuk hidup tanpa rumah atau kendaraan? Hidup, menurut saya, berarti hidup sesuai dengan kebutuhan seseorang. Anda tidak diharuskan untuk membeli semua yang Anda inginkan. Hidup sesuai kemampuan Anda dan berikan apa yang Anda miliki kepada mereka yang membutuhkan. Ini adalah tujuan hidup untuk memberikan makna.

Definisi hidup sederhana setiap keluarga akan berbeda. Jika Anda sangat kaya, Anda bisa bertahan hanya dengan satu atau dua kendaraan. Anda tidak harus mendapatkan semua kendaraan Anda untuk menunjukkan kemampuan Anda.

Jika Anda memiliki sumber daya keuangan yang terbatas, syukuri apa yang Anda miliki dan hidup sederhana. Jika Anda tidak punya uang, pergi tanpa. Bagaimanapun, dunia tidak akan berakhir sebagai akibatnya. Anda tidak memerlukan laptop, ponsel terbaru, iPad, atau untuk menonton film atau makan di luar. Ada banyak cara untuk menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Temukan cara murah untuk menghabiskan waktu bersama keluarga Anda.

4. Buat anggaran sederhana

Ada banyak pendekatan untuk manajemen keuangan. Anda mungkin mencari bantuan ahli keuangan profesional yang akan menunjukkan kepada Anda bagaimana menangani dana Anda jika Anda mampu. Jika Anda menyimpan catatan dengan teliti, Anda dapat menggunakan perangkat lunak keuangan keluarga untuk melacak biaya, pendapatan, dan mengelola anggaran Anda.

Dan jika semua cara sebelumnya membuat Anda bingung, ada konfigurasi paling dasar. Bagilah uang Anda ke dalam amplop untuk setiap kebutuhan. Pastikan pengeluaran Anda tidak melebihi jatah untuk setiap amplop. Hitung surplus dan simpan di akhir bulan. Ketika masa-masa sulit muncul, Anda akan dibantu.

5. Jadikan tabungan sebagai pengeluaran utama Anda.

Penghematan tidak harus besar. Aspek yang paling penting adalah konsistensi. Sisihkan jumlah yang wajar dari penghasilan Anda saat ini untuk ditabung. Simpan penghasilan Anda di akun terpisah segera setelah Anda menerimanya. Inilah cara Anda menghemat pengeluaran pertama Anda.

Anda tidak akan lupa menabung, dan tidak akan ada alasan untuk tidak bisa menabung karena sudah kehabisan uang.

6. Bayar tagihan Anda secepat mungkin.

Setiap rumah memiliki tagihan. Mulai dari tagihan listrik, air, telepon, internet, dan lainnya. Sewa harus dibayar di muka, meskipun Anda menyewa tempat tinggal. Bayar tagihan sesegera mungkin setelah menerimanya. Ini akan melakukan satu tugas tanpa mengharuskan Anda membayarnya nanti. Entah karena kekurangan dana atau kelupaan.

7. Kompromi antara suami dan istri

Berbicara tentang perencanaan keuangan keluarga tidak bisa dilepaskan dari peran suami dan istri yang mengurus rumah tangga. Anda harus terlebih dahulu setuju dengan pasangan Anda tentang cara mengelola uang Anda secara efektif.

Itulah 7 prinsip dasar dalam membuat perencanaan keuangan untuk keluarga terlebih yang sudah bersuami istri. Semoga Bermanfaat.


Baca juga artikel finansial lain di Google News

Posting Komentar untuk " 7 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga"